“Tuhan tidak akan membiarkan sekecil apapun kebaikan menjadi sia-sia. Berangkatlah dengan penuh keyakinan, berjalanlah dengan penuh keikhlasan dan istiqomah dalam menghadapi cobaan" - (Abdillah Irsyad El Nur)

Rahasia Memotivasi Diri Sendiri

“People who are unable to motivate themselves must be content with mediocrity, no matter how impressive their other talents.” Andrew Carnegie

:: SEMANGAT !!! ::

Memotivasi diri adalah hal yang cukup penting. Ketika Anda gagal atau menghadapi tantangan. Tidak selamanya orang disekitar mampu membantu Anda. Tidak ada yang bisa Anda andalkan selain diri Anda sendiri. Yang hanya bisa menentukan takdir  Anda sendiri adalah diri Anda sendiri.

Orang biasanya kehilangan motivasi karena tiga hal : kehilangan kepercayaan diri, kehilangan fokus dan kehilangan arah. Untuk itu, Anda harus percaya diri bahwa Anda akan SUKSES dan BERHASIL, Fokus lagi terhadap apa yang sebenarnya Anda inginkan dan bangun kembali kemana arah Anda menuju. Namun tentunya untuk melakukanya butuh usaha untuk berubah dan kembali BERSEMANGAT!
Pertanyaanya adalah bagaimana Anda bisa BERSEMANGAT kembali? Bagaimana membangun motivasi diri? Berikut ini tips yang bisa Anda terapkan :

1. Temukan Alasan
Cari Alasan mengapa Anda harus melakukanya. Cari sumber motivasi. Temukan manfaat terbesar kenapa Anda harus mendapatkannya. Hal ini akan memebuat ANda terinspirasri utnuk melakukanya terus walaupun banyak rintangan menghadang.

2. Miliki mimpi. MIMPI  yang BESAR
Alasan Anda melakukan sesuatu bisa menjadi sumber motivasi. Tapi itu belum cukup. Anda harus mewujudkan dalam suatu mimpi besar. Bayangkan beberapa tahun lagi Anda akan menjadi apa. Bayangkan Dunia di masa yang akan datang. Hal ini akan mengarahkan Anda. Seperti pemain sepak bola, Anda harus tahu mencetak GOAL ke gawang yang mana. Mimpi tersebut haruslah suatu yang BESAR sehingga menginspirasi Anda, namun harus realistis, Anda mampu mencapainya.

3. Terus belajar
“Stay hungry, stay foolish” kata Steve Jobs. Anda tidak hanya membutuhkan keingianan saja, tapi juga membutuhkan rasa “lapar” untuk mendapatkan sesuatu. Rasa lapar ini akan terasa ketika ANda mendapatkan tantangan lebih. Hal ini membuat Anda terus belajar dari apa yang Anda alami dan ada keinginin untuk kembali berjuang. 
Bagaimana Anda mendapatkan rasa “lapar” ini? Hal ini berkaitan dengan alasan anda melakukan sesuatu dan mimpi besar berperan penting disini. Jika Anda sudah merasa “lelah”, Anda tidak akan termotivasi lagi melakukan sesuatu. Tetapi alasan dan mimpi besar Anda akan menginspirasi lagi kembalinya  rasa lapar tersebut.

4. Mengalahkan diri sendiri
Membandingkan Anda dengan orang lain adalah suatu hal yang akan menghambat motivasi Anda. Walau pada awalnya akan meningkatkan motivasi, namun hal tersebut tidaklah bertahan lama. Ingat! Anda berbeda dengan orang lain. Anda adalah Anda, yang mempunya kelebihan dan kelemahan sendiri. Musuh terbesar adalah Anda sendiri. Sudahkah Anda mendapatkan apa terbaik bagi Anda?

5. Ambil satu langkah lagi
Add caption
Ketika Anda bertemu rintangan yang panjang, Anda akan beranggapan Anda tidak akan mampu melaluinya. Anda boleh berpikir Anda akan sulit meraih mimpi Anda. Tapi inilah justru yang membedakan antara pecundang dan PEMENANG. Yaitu KEBERANIAN untuk MELANJUTKAN lagi.
Ketika Anda menghadapi situasi sulit, ambilah satu langkah ke depan. Jangan berpikir bagaimana Anda menyelesaikan. Jangan berpikir seberapa banyak rintangan yang akan menghambat. Fokus pada langkah berikutnya. Dan jadilah PEMENANG.

6. Tataplah masa depan
Percaya atau tidak,salah satu hal yang mengurangi motivasi adalah pengalaman masa lalu. Masa lalu bisa menjadi beban berat untuk melangkah ke depan. Namun beban tersebut tidak harus Anda bawa. Anda harus mampu meletakanya. Anda mungkin mempunyai kesalahan besar di masa lampau. Namun Anda tidak akan melakukan apapun untuk mengubah masa lalu, yang Anda miliki adalah sekarang. Hari ini adalah hari baru. Tidak pedui betapa kelamnya masa lalu Anda. Anda masih mempunyai kesempatan di masa yang akan datang.

CHAYO ... !!

Ganbatte Kudassai .

^_^



Add caption

2 komentar:

Poskan Komentar