“Tuhan tidak akan membiarkan sekecil apapun kebaikan menjadi sia-sia. Berangkatlah dengan penuh keyakinan, berjalanlah dengan penuh keikhlasan dan istiqomah dalam menghadapi cobaan" - (Abdillah Irsyad El Nur)

Pengobatan dan Efek dari Serangan Tomcat


Sekarang si TOMCAT ini kayaknya lagi naik Daun. Bagaimana tidak, akhir2 ini isi siaran berita selalu menyebut2 namanya. Wahh .. jadi iri. --"a

Nah, aku kemaren sempet dikagetkan juga nih sama si TomTom nakal ini. Ternyata dia bisa2nya sampek menyusup ke kosanku. Salah seorang temen ku menemukannya diatas kulkas. :o

Akhirnya jd gempar deh satu kosan. Ternyata Tomcat ini sudah hijrah dari Surabaya menuju ke Jember juga. Wah, patut berhati2 nih. Siap2 perang melwan dia .. Hiyyyaaatttt ......

tapi tenang saja, aku punya tips n trik buat mengatasi maslah yang ditimbulkan oleh nya nih ..
Kita simak yuk...

MESKI memiliki racun, kumbang Paederus atau yang biasa dikenal dengan Tomcat tidaklah berbahaya, apalagi hingga menimbulkan kematian. Namun, kita perlu mengetahui bagaimana cara pengobatannya.

Dalam situs health.nsw.gov.au, disebutkan bahwa dermatitis atau peradangan pada lapisan kulit bagian atas sebenarnya merupakan dampak yang paling umum.


Disebutkan bahwa toksin pada serangga memang akan menimbulkan reaksi alergi pada manusia, namun efeknya berbeda-beda seperti hanya akan menimbulkan ruam pada kulit, kulit gatal, rasa panas seperti melepuh atau layaknya terkena luka bakar, keluarnya cairan atau juga efek yang lebih fatal, karena bergantung pada kondisi setiap orang.

Jika Anda terserang serangga yang satu ini, Anda tidak perlu khawatir yang berlebihan. Langkah-langakah berikut bisa manjadi panduan, berikut di antaranya :
  1. Anda cukup untuk membersihkan bagian tubuh yang tersengat dengan air dan sabun. Hal ini dilakukan untuk menetralisir racun.
  2. Setelahnya kompres dengan menggunakan air dingin.
  3. Jika ruam pada kulit mulai terlihat, Anda dapat menggunakan bagian dalam dari lidah buaya. Hal ini dimaksudkan untuk meringankan gejala di daerah yang tersengat.
  4. Apabila tidak kunjung berkurang, segera ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut.


0 komentar:

Poskan Komentar