“Tuhan tidak akan membiarkan sekecil apapun kebaikan menjadi sia-sia. Berangkatlah dengan penuh keyakinan, berjalanlah dengan penuh keikhlasan dan istiqomah dalam menghadapi cobaan" - (Abdillah Irsyad El Nur)

Raja Tawon Dunia Ditemukan di Indonesia

Kembali lagi teman.

Eh sapa diantara kalian yang pernah di sengat atau di "entup" sama hewan yang bernama tawon ??
kalo pernah pasti rasanya sakit banget bukan. Nah, disengat sama yg ukuran nya sekescil itu aja udah sakit, tapi bagaimana kalau di sengat sama yang segede tawon yang satu ini nih. Bisa2 kejang-kejang sehari semalam noh. Hahaha ..
 Ya , ini merupakan si "Raja" tawon dunia yg baru ditemukan di Sulawesi Indonesia

Raja tawon atau King of Wasps yang disebut-sebut sebagai spesies tawon terbesar di dunia, ternyata di temukan di Sulawesi, Indonesia.


Tawon raksasa berukuran 2,5 inci itu memiliki rahang panjang, lebih panjang ketimbang ukuran kakinya. Spesies ini ditemukan seorang profesor entomologi dari University of California, Lynn Kimsey.




“Saya masih heran bagaimana cara dia berjalan, karena rahangnya justru yang lebih panjang, seperti monster,” ujarnya seperti dilansir Dailymail.


Kimsey menjelaskan, rahang dari tawon raksasa ini sangat besar hingga sering membungkus kedua sisi kepalanya. Ketika rahang terbuka, rahang tersebut ternyata lebih panjang dari kaki depannya.



Kimsey menemukan jenis tawon prajurit ini di Pegununggan Mekongga, di daerah bagian tenggara dari Sulawesi. Ukurannya sangat besar dan terlihat ganas membuat tawon raksasa ini seperti komodonya Tawon. “Saya menamainya Garuda, seperti simbol nasional Indonesia, yaitu seekor burung,” ucap dia.



Rahang besar ini, menurutnya punya fungsi penting bagi si tawon. “Rahang besar ini memainkan peran dalam pertahanan dan reproduksi," katanya.

Dalam spesies lain dalam genus laki-laki, kata Kimsey, mereka menjaga di pintu masuk sarang. Ini berfungsi untuk melindungi sarang dari sarang parasit dan merampok, dan untuk ini ia menuntut pembayaran dari perempuan dengan kawin dengan dia setiap kali ia kembali ke sarang. “Jadi ini adalah cara menjamin garis patrilineal dalam reproduksi tawon,” ujarnya seraya mengatakan rahang tawon tersebut cukup besar untuk membungkus dada tawon betina dan memeluknya saat kawin.

0 komentar:

Poskan Komentar