“Tuhan tidak akan membiarkan sekecil apapun kebaikan menjadi sia-sia. Berangkatlah dengan penuh keyakinan, berjalanlah dengan penuh keikhlasan dan istiqomah dalam menghadapi cobaan" - (Abdillah Irsyad El Nur)

Mengenal Stasiun Bumi dan Kabel Bawah Laut Indosat di Banyuurip

:: Stasiun Bumi Banyu Urip, Gresik ::
Hoaammmss ....
Kemaren pas waktu meeting breng Duta IM3 , aku sempet ngebahas tentang tempat pembekalan Duta IM3 2012 yaitu Stasiun Bumi Banyu Urip, Gresik. Nah diantara sekian peserta, Duta IM3 2012 bertanya2. Apa sih Stasiun Bumi Banyu Urip itu,. Nah maka dari itu sekilas aku akan coba ceritakan tentang sejarah perkembangan salah satu stasiun Bumi milik Indosat tersebut,.

Stasiun Bumi dan Kabel Laut Banyuurip didirikan di atas sebidang tanah seluas 5,4 ha, yang terletak di Desa Banyuurip Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik (Jawa Timur). Secara geografis, Stasiun Bumi dan Kabel Laut Banyuurip terletak pada garis bujur 112º 31’ 47″ BT, garis lintang 6º 55’ 10″ LS, ketinggian 42 m dari permukaan laut, jarak dari Surabaya 68 km, jarak dari Indosat Surabaya 46,4 km LOS (Lime of Sight), dan jarak dari laut 2 km.

Menurut Bambang Ekayanto selaku Manajer Teknik Indosat Wilayah 2 Jawa Timur, berdasarkan letak geografisnya tersebut, posisi Banyuurip sangat strategis karena terletak di perpotongan antara dua dari tiga daerah cakupan satelit Intelsat, yaitu cakupan Pacific Ocean Region (POR) dan Indoan Ocean Region (IOR) serta memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat berlabuhnya kabel laut. Pada awal beroperasi sebagai Staisun Bumi (Maret 1995), arah antenna menghadap ke Satelit Intelsat IS 702 (POR 177), lalu direlokasi ke POR 176 pada tahun 2001, dan sejak tahun 2005 menghadap ke IOR 85.

:: Stasiun Pemancar Bumi ::
Disamping itu, mulai akhir tahun 1996 Banyuurip berkembang menjadi Stasiun Bumi dan Kabel Laut. Sistem yang terpasang sebagai Stasiun Kabel Laut adalah SKKL J-S (Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Surabaya) dengan kapasitas 5 Gbps dan SKKL JAKASUSI (SKKL Jawa-Kalimantan-Sulawesi) yang baru digunakan kapasitasnya sebesar 5 Gbps. SKKL yang menghubungkan antara Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi tersebut menggunakan teknologi DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing). Teknologi DWDM merupakan teknologi multiplexing yang mampu menggabungkan lebih dari satu γ (lambda/panjang gelombang) dalam satu serat optic. Teknologi DWDM ini juga bisa di-upgrade sampai 12 γ dalam tiap serat optic dengan kapasitas 1 γ bisa mencapai 10 Gbps. Bersamaan dengan proyek SKKL JAKASUSI juga dibangun SKSO JAKASUSI yang menghubungkan Banyuurip dengan kantor Indosat di Kayoon berkapasitas 1 x STM-64 atau setara dengan 10 Gbps.

Dengan cepatnya perkembangan telekomunikasi dan perubahan trend dari satelit ke kabel laut, maka sirkit-2 yang sebelumnya lewat satelit sekarang dilewatkan ke kabel laut. Selanjutnya Stasiun Bumi Banyuurip dioptimalkan untuk mendukung selular Indosat sebagai Hub antara VSAT Selular yang ponting kearah satelit IS 709 (IOR 85) serta satelit Palapa C2. Selama 13 tahun beroperasi telah terjadi penambahan fasilitas di SB & K Banyuurip. Saat ini SB & K Banyuurip memiliki beberapa fasilitas perangkat berupa antenna Stasiun Bumi standar A dengan diameter 18 meter dan perangkat GCE. Kemudian ada Transportable Earth Station, SKSO Surabaya-Banyuurip, SKSO JAKASUSI (Banyuurip-Surabaya), SKKL JS (Jakarta-Surabaya), SKKL JAKASUSI (Jawa-Kalimantan-Sulawesi), serta perangkat sarana penunjang (SARPEN).

Regional Jawa Timur/Bali dan Nusra memiliki 5 kantor cabang. Antara lain Cabang Surabaya yang membawahi Jombang, Mojokerto hingga Tuban. Kemudian Cabang Kediri dengan wilayah cakupannya Blitar, Kediri, Tulungagung sampai Pacitan. Adapun Cabang Jember mulai dari Probolinggo hingga Banyuwangi. Cabang Malang membawahi Pasuruan, Malang kota. Sedangkan Cabang Bali Nusra cakupannya Denpasar sampai pulau-pulau Nusa Tenggara. 

:: Sistem Navigasi Pemancar ::
Sebelum dibangun Stasiun Bumi di Banyuurip, sempat muncul pro dan kontra dari masyarakat yang ada di sekitarnya. Tapi semua dapat diatasi dengan baik, hingga tak lama kemudian dibangun pula Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL). Otomatis daerah ini menjadi sangat penting dan vital. Karena jika sampai mengalami gangguan, maka jaringannya pun bakal kena imbasnya. Untuk itu, seandainya ada masalah sekecil apapun langsung ditangani serius agar tidak mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.


Khusus di kantor Regional Jawa Timur/Bali dan Nusra yang ada di Kayoon Surabaya, ada yang dinamakan Call Centre dengan cakupan khusus di wilayah Indonesia bagian timur mulai Jayapura hingga Jawa Timur. Sedangkan selebihnya ditangani langsung oleh kantor pusat Indosat di Jakarta. “Disamping Call Centre tadi, di kantor kami ada tempat berkumpulnya para wartawan yang dinamakan Press Room. Karena menurut kami peluang ini sangat bagus, apalagi operator lain tidak menyediakan ruang seperti itu.”

Di tempat sama, Head of Central Java/DIY Region Andi Samsul Hadi memaparkan bahwa selama ini para wartawan sudah banyak mengetahui tentang istilah di industri telekomunikasi terutama seluler, seperti BTS, BSC, dan MSC. Di Banyuurip ini kita bisa melihat sisi lain dari industri telekomunikasi tadi. Karena di sini merupakan salah satu asset yang sangat strategis dan vital yaitu Stasiun Bumi yang dimiliki oleh Indosat. Kalau mau mencari BTS maka Indosat punya ribuan, BSC-nya pun ratusan, demikian pula MSC. Namun bicara Stasiun Bumi maka Indosat cuma punya tiga tempat, masing-masing di Jatiluhur untuk wilayah tengah, di Medan ada di Pantai Cermin, kemudian wilayah timur di Banyuurip.

Dari pemaparan diatas, dapat diketahui bahwa sebenarnya di tempat itulah cikal bakal bisnis telekomunikasi yang dijalankan Indosat. Mungkin sekarang lebih dikenal dengan Mentari, Matrix, dan IM3. Tapi kita jangan sampai melupakan sejarah bahwa sebelumnya Indosat terjun di bisnis Sambungan Langsung Internasional (SLI). Kita harus lebih melihat jauh ke dalam atau komprehensif lagi, kondisi Indosat itu seperti apa.

Nah, menarik bukan kutipan beritanya. Hayooo ... pasti para teman2 Duta jadi semakin pengen cepet-cepet kesana nih. Hehehe ..
Eits sabar dulu, tunggu tanggal mainnya. Ok ... !!
:D

0 komentar:

Poskan Komentar